Walikota Pimpin Audiensi Menindak Lanjuti Aksi Peduli Lingkungan Terkait Tumpahan Sterain PT. Naga Mas

Berita Dumai Berita Umum

DUMAI – Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi memimpin Audiensi bersama tokoh Peduli Lingkungan Dumai menyikapi dugaan pencemaran laut akibat tumpahan puluhan ton palm Stearin milik PT. Naga Mas Palm Oil Lestari di Dermaga B Pelindo I Cabang Dumai belum lama ini.

Rapat digelar di kantor Pelindo I Cabang Dumai, Rabu (1/8). Hadir pada kesempatan itu wakil ketua DPRD Dumai H. Zainal Abidin, SH, Ketua Komisi III DPRD Dumai H. Hasrizal dan anggota. GM PT. Naga Mas Palm Oil Lestari, David, Kepala KSOP Kota Dumai, Jonggung Sitorus, Wakapolres Dumai, Kompol Dhana Ananda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Satrio Wibowo, Deputi Manager PT. Pelindo I Dumai, Jonatan Ginting, Kasi Intel Kejari Dumai, Almond.

Hadir juga tokoh peduli lingkungan sepwrti Ketua DPD KNPI Dumai, Agus Tera, Rahmad, DPD Pekat IB Kota Dumai, Dato’ Maulana, GAMKI Dumai, Nove Albert Gultom dan undangan lainnya.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Satrio Wibowo menjelaskan, bahwa pihaknya telah turun ke lapangan saat tumpahnya Stearin milik PT. Naga Mas Palm Oil Lestari. Dilokasi kejadian, Dinas Lingkungan hidup mengambil sampel untuk di uji di laboratorium.

“ Dan hari ini kami baru akan menyerahkan teguran secara tertulis kepada pihak perusahaan.” kata Satrio Wibowo.

Lanjutnya, dalam beberapa hari kedepan, pihaknya akan terus memantau lokasi lejadian. “ Kami melihat pada saat air laut pasang dan surut. Semalam kami juga telah mendampingi pihak PPLH Kementerian Lingkungan Hidup untuk menhambil sampel,” terangnya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kota Dumai, H. Hasrizal menyampaikan bahwa didalam Perda Kota Dumai sudah jelas aturan beserta sanksinya bagi perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Dumai, Johanes Tetelepta menambahkan, Perusahaan tidak memiliki alat. Terbukti saat kejadian minyak yang tumpah hanya di ambil menggunakan gayung dan alat seadanya.

“ Seharusnya, KSOP ikut menanggulangi. Semoga seluruh regulator dan perusahaan dapat mematuhi seluruh peraturan yang sudah tertuang dalam undang-undang. Kami meminta KSOP untuk menstop sementara operasional perusahaan sampai pihak perusahaan bisa menjalankan SOP nya secara benar,” tegas Johanes.

Salah satu tokoh peduli lingkungan Rahmad yang juga Anggota KNPI Dumai, menyampaikan bahwa KSOP sebagai regulator tidak berdaya atas segala permasalahan yang terjadi di Kota Dumai, khususnya masalah dugaan pencemaran lingkungan. Terbukti berulang kali terjadi dugaan pencemaran tapi tidak pernah ada tindakan tegas terhadap perusahaan yang nakal dan kerap kali melakukan kesalahan.

“ Kami minta para pemangku kepentingan dan seluruh regulator benar – benar bekerja dan memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti mencemari laut Kota Dumai,” tegasnya.

Masih kata Rahmad, berdasarkan AMDAL PT. Pelindo I Dumai sebagai pemilik kawasan dan menyewakan nya kepada perusahaan kenapa tidak pernah merasa bertanggung jawab atas segala kesalahan yang terjadi di kawasan nya.

“ Kami mau ketegasan atas seluruh realisasi peraturan yang ada,” tutupnya.

Kasi Intel Kejari Dumai, Almond menyampaikan bahwa jangan sampai pengujian sampel terlalu lama, ditakutkan pesrmasalahan bisa masuk angin dan tidak selesai. Apabila memang terbukti salah ya kita tindak sesuai sanksi yang ada.

Wakapolres Dumai, Kompol Dhana Ananda dalam pemaparannya berjanji akan menyoroti tidak hanya dari sisi lingkungan hidup saja, kami Polres Dumai berkomitmen menindaklanjuti permasalahan ini. Berdasarkan UU nomor 32 tahun 2009 dan akan membentuk tim terpadu lingkungan hidup, semoga bisa secepatnya bisa terbentuk dan diharapkan bisa bekerja untuk mengawasi seluruh aktivitas usaha yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Terakhir Walikota Dumai, Drs. H. Zulkifli As, M.Si menyampaikan harapannya agar seluruh perusahaan patuh terhadap peraturan yang ada dan berusaha menghindari kesalahan yang sama. Dan kesepakatan dari pertemuan ini, apabila terbukti terjadi pencemaran maka akan ditindak sesuai aturan yang ada.

“ Semua pihak agar mengawal prosesnya. Jika terbukti bersalah berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” harap Walikota.

Tambahnya, semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua perusahaan di Dumai agar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SOP. “Untuk itu seluruh perusahaan harus menjalankan SOP,” pinta Zul As.

Terakhir walikota mengatakan bahwa Pemko Dumai bersama instansi terkait akan membentuk tim terpadu. Tujuannya mengatasi mssalah dugaan pencemaran lingkungan tim terpadu akan melibatkan semua pihak terkait.