Walikota Dumai Tetapkan Status Siaga Bencana Karlahut

Berita Dumai Berita Umum

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai Tetapkan Status Siaga Darurat Karlahut diruang rapat lantai III Kantor Walikota Dumai, Selasa (20/2/2018).
Rapat dipimpin langsung walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi, dalam pemaparannya walikota mengatakan Penetapan status siaga sebagai langkah antisipasi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) agar tidak meluas untuk mencegah bencana kabut asap.
Meskipun masih dalam kendali, namun luas lahan yang terbakar semakin meningkat perlu upaya-upaya tindak lanjut untuk mencegah Karlahut agar tidak semakin meluas.
Maka dari itu Karlahut yang terjadi terus menjadi perhatian ekstra pemerintah.
” Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah penetapan status siaga darurat karlahut,” Tegas Zul As.
Pada Selasa kemarin telah tandatangani surat penetapan status siaga bencana karlahut di Kota Dumai.
” Dengan ditetapkannya status itu maka anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD dapat digunakan untuk upaya pencegahan dan penanggulangan karlahut di Dumai,” kata Walikota.
Menurut orang nomor satu di kota Dumai itu, Anggarannya sekitar Rp 500 juta dapat digunakan setelah status siaga ditetapkan. Sesuai aturan anggaran untuk biaya konsumsi dan BBM.
” Setelah di tandatangani surat tersebut akan dikirim ke BNPB agar segera mendapat persetujuan dan anggaran bisa kita kucurkan,” jelasnya.
Sementara, Kasdim 0320 Dumai Mayor (arh) Sudiyono menegaskan agar segera ditetapkan status siaga darurat karena karlahut Dumai bisa diatasi asal ada komitmen bersama antara Pemko, TNI/Polri, masyarakat dan swasta.
“Mohon segera penetapan status siaga darurat karena karlahut Dumai bisa diatasi asal ada komitmen bersama antara Pemko, TNI/Polri, masyarakat dan swasta,” Kata Kasdim.
Lanjutnya, dampak karlahut sangat luar bisa dan dapat menyebabkan bencana kabut asap. Apalagi ada dua agenda penting yang akan dilaksanakan dalam tahun ini pertama Asean Game di Palembang dan Jakarta serta  Pilgubri jangan sampai agenda tersebut terganggu akibat bencana kabut asap.
Dijelaskannya, Luas lahan yang terbakar lada saat ini mencapai 32 hektar, jumpah tersebut masih sedikit bila dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data di 2015 lahan yang terbakar mencapai 259 hektar, 2016 seluas 368 hektar, 2017 sebanyak 64 hektar.
Kecamatan yang rawan Karlahut adalah
Kecamatan Dumai Barat, Sungai Sembilan, Dumai Selatan, Bukit Kapur, Dumai Timur dan di Kecamatan Medang Kampai.
Selanjutnya, Kepala BPBD Dumai Tengku Ismed mengatakan, status siaga berlaku 75 hari mulai 20 Februari sampai 5 mei 2018.
“Kami (BPBD) dipercaya mengelola anggaran 500 juta khusus untuk Karlahut. Kami mohon kepada semua pihak membantu membuat Spj agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari. Uang lelah tidak ada kecuali untuk operator alat berat seperti beko dan BBM kita siapkan,” jelas Ismed.
Terkait ISPU, Kabut asap akibat kebakaran lahan mengakibatkan kualitas udara di Dumai menurun. Tiga hari belakangan, dipapan gIndeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Dumai terus mengalami peningkatan dan mencapai level 43 PSI.
“Berdasarkan air quality monitoring data menunjukkan meningkatnya ISPU di Kota Dumai dari range 27 PSI per 15 Februari, meningkat menjadi 32 PSI pada 16 Februari dan 43 PSI per 19 Februari 2018. Hal ini menyebabkan menurunnya kualitas udara yang diakibatkan kabut asap,” tuturnya.
Data tersebut bersumber dari data alat ukur udara atau ISPU Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai.

Acara dihadiri Walikota Dumai Drs H Zulkifli ASKepala Kejaksaan Negeri Dumai Mat Perang Yusup, Kasdim 0320 Dumai Mayor (arh) Sudiyono, Kapolres Dumai diwakili Kabag Ops Polres Dumai, Kepala BPBD Dumai Tengku Ismed, perwakilan TNI AL, Kepala OPD dilingkup Pemko Dumai, Camat dan Lurah, perwakilan perusahaan Arara Abadi, Wilmar, PT RUJ,  PT Pertamina RU II Dumai dan undangan lainnya.


Share ke Media Sosial ...