Revolusi Industri 4.0 Seolah Mendewakan Konsep Automatisasi Mesin

Berita Dumai Berita Umum Nasional

DUMAI – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai menggelar Media Gathering, Kamis (05/12/2019) bertempat di Halaman Kantor BC, Jalan Datuk Laksamana.

Hadir dalam kegiatan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai, Fuad Fauzi bersama jajaran, Ketua PWI Dumai, Kambali, pengurus dan anggota serta sejumlah wartawan media cetak, elektronik serta media online.

Dalam siaran pers KPPBC Dumai menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 seolah mendewakan konsep automatisasi mesin. Dampak terdekatnya adalah berkurangnya secara signifikan campur tangan tenaga manusia. Dunia meyakini bahwa hal tersebut vital dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya.

Tak terelakan, revolusi Industri 4.0 pada akahimya menyasar seluruh sendi kehidupan masyarakat secara luas, tanpa kecuali. Mempengaruhi perilaku dan budaya baru di masyarakat. Dikalangan Industri, Era Industri 4.0 ditandai dengan tuntutan kalangan pengusaha kepada pengelola Negara, tuntutan tumbuhnya percepatan di segala bidang. Berbasis tehnologi informasi dan internet, semua hajat tersebut menjadi tidak mustahil diwujudkan. Waktu menjadi standar ukuran efisiensi, waktu adalah kesempatan yang tak berulang.

Bea Cukai tak mau tertinggal oleh tuntutan jaman. Pelayanan berbasis tehnologi terus dikembangkan. Jika saat ini, kantor Bea Cukai Dumai tidak terlalu riuh dengan tamu dan pengguna jasa, bukan berarti aktifitas dibelakang meja sepi, pelayanan terus berjalan dengan mengandalkan tehnologi pertukaran informasi, tatap muka, tidak Iagi menjadi prasyarat berarti. Pelayanan dan pengawasan Bea Cukai yang berbasis aplikasi menjadikan tatap muka tereduksi. Pelan tapi pasti, pelayanan dan pengawasan akan mengandalkan tehnologi.

Transparansi adalah jantung komunikasi. Menyampaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga kebijakan pemerintah tersampaikan dengan benar, adalah tugas utama Humas organisasi pemerintah. Tantangan bagi humas pemerintah, ketika masyarakat cenderung kurang memberikan ruang apresiasi terhadap capaian-capaian pembangunan yang dilakukan para penyelenggara negara di pusat dan di daerah.

Memaksimalkan teknologi, agar manfaatnya bisa dirasakan, termasuk oleh kalangan jurnalistik. Pengambilan dan pertukaran informasi dapat dengan mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui teknologi jaringan internet.

Bea Cukai, salah satu organisasi pemerintah, yang melaksanakan fungsi utama yaitu 

a.    Fasilitation adalah mendorong pemberian fasilitas kepada seluruh lapisan masyarakat khusunya kalangan Industri, termasuk IKM;

b.    Community Protector, adalah peran Bea Cukai melindungi masyarakat juga lingkungan alam dari masuknya barang berbahaya atau merusak lingkungan dan;

c.    Revenue Collector, yaitu tugas Bea Cukai mengumpulkan penerimaan untuk menyokong APBN.

Diperlukan sinergi nyata Bea Cukai dengan kalangan Media, senergi dengan tujuan utama untuk bersama sama memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Edukasi untuk merawat dan menjaga republik dari segala ancaman khsususnya dalam lingkup kapasitas tugas dan fungsi Bea Cukai dan Kementerian Keuangan pada umumnya.

Upaya sinergi nyata yang telah dilakukan Bea Cukai dengan awak media dalam hal tukar informasi diantaranya ;

a.    Tukar informasi melalui siaran pers yang dibagikan untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan Bea

Cukai Dumai.

b.    Penyebaran informasi terkini, ragam kegiatan Bea Cukai dapat diakses melalui Media Sosial diantaranya WEBSITE, FB, IG, Youtube.

c.    UU Keterbukaan Informasi Publik (UU No 14 Thn 2008).

Komunikasi yang baik ditandai adanya semangat kejujuran dan transparansi. Tumbuhnya semangat bersama sama membangun negeri, bukan saja mencerminkan kualitas jurnalistik yang baik, lebih dari itu mencerminkan martabat sebuah bangsa.

“Terima kasih atas kritik dan saran dari rekan – rekan Pers yang telah sudi hadir dalam kegiatan Media Gathering kali ini,” tukas Fuad sembari berharap semoga silaturahmi dan komunikasi yang telah terjalin bisa lebih baik lagi kedepannya.

Instagram Mulai Terapkan Kebijakan Batas Usia Pengguna

Instagram mengumumkan aturan baru untuk bagi calon pengguna yang akan membuat akun Instagram. Mulai hari ini, Instagram akan meminta informasi tanggal lahir calon penggunanya.

Usia yang diperbolehkan bila ingan mendaftar Instagram adalah minimal 13 tahun di sebagian besar negara, termasuk Indonesia.

Menurut Instagram, aturan ini dibuat untuk mencegah pengguna yang belum cukup umur memiliki akun Instagram.

Aturan ini juga menyesuaikan undang-undang perlindungan data yang berlaku di Eropa dan Amerika Serikat. Negara tersebut diketahui sangat ketat dengan penggunaan data digital, terutama perlindungan data anak-anak.

“Mengetahui usia pengguna sangat penting bagi kami, tidak hanya untuk menciptakan pengalaman yang sesuai umur tapi juga untuk menyesuaikan aturan lama kami untuk tidak mengizinkan akses ke pengguna di bawah umur,” jelas Vishal Shah, Kepala Produk Instagram sebagaimana diberitakan Reuters, Kamis (5/12/2019).

Setelah perubahan ini, pengguna yang tidak memenuhi kriteria usia akan langsung gagal membuat akun Instagram.

Dari keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (5/12/2019), informasi tanggal lahir di Instagram tersebut tidak akan bersifat umum. Artinya, informasi ini hanya bisa dilihat oleh pemilik akun saja.

Apabila pengguna mendaftar Instagram menggunakan Facebook, tanggal lahir yang tercantum di sana akan secara otomatis mengikuti saat mendaftar Instagram.

Jika pengguna mengganti usia di Facebook, maka informasi tanggal lahir di Instagram akan menyesuaikan pula.

Namun, jika tidak mendaftar akun Instagram dengan Facebook, informasi tanggal lahir di Instagram bisa diubah manual.

“Dalam beberapa bulan mendatang, Instagram akan menggunakan informasi tanggal ulang tahun pengguna untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal, misalnya edukasi seputar kontrol akun dan rekomendasi pengaturan privasi bagi anak remaja,” tulis Instagram.

Mengontrol Direct Message

Tidak hanya aturan usia, Instagram juga membuat aturan baru untuk mengontrol pesan langsung alias direct message (DM).

Kini, pengguna bisa mengatur agar hanya orang yang mereka ikuti saja yang bisa mengirimkan pesan dan menambahkan mereka ke grup percakapan DM.

Selama ini, pengguna Instagram, terutama yang membuka akunnya kepada publik, bisa dimasukan ke dalam grup DM secara sembarangan oleh orang lain yang bahkan tidak mengikuti akunnya.

Nantinya, orang yang mengaktifkan pengaturan ini tidak akan lagi menerima pesan, permintaan pesan grup, atau balasan Stories dari orang-orang yang tidak mereka ikuti.

Share ke Media Sosial ...