Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 332, Pasien Sembuh Tambah 315

Berita Dumai Berita Umum Nasional

PEKANBARU – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa per hari Rabu (23/06/2021) di Riau terdapat penambahan 332 kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Hari ini, jumlah spesimen yang diperiksa berjumlah 1.235 sampel dan jumlah orang yang diperiksa berjumlah 1.096 orang. Hasilnya, 332 sampel diantaranya terkonfirmasi Covid-19,” kata Mimi di Pekanbaru, Rabu (23/6/2021).
Sementara itu, kabar baiknya terdapat penambahan 315 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Namun kabar dukanya terdapat penambahan 10 pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.
“Dengan adanya penambahan ini, maka total terkonfirmasi Covid-19 di Riau menjadi 68.464 kasus. Rinciannya, pasien masih isolasi mandiri 2.276 orang, pasien yang masih dirawat di RS 546 orang, sembuh 63.783 orang dan 1.859 meninggal dunia,” jelasnya.
Selain itu di Riau juga terdapat kasus Suspek. Saat ini masih ada 3.971 Suspek yang masih isolasi mandiri, masih isolasi di RS berjumlah 119 orang, selesai isolasi berjumlah 95.849 orang, meninggal berjumlah 316 orang.
“Dengan demikian total kasus Suspek di Riau menjadi berjumlah 100.255 orang,” jelasnya.
Dapat Tambahan Puluhan Ribu, Stok Vaksin Di Riau Aman
PEKANBARU – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir memastikan stok vaksin di Riau sejauh ini aman. Meski demikian, pemerintah kabupaten/kota di Riau tetap diminta untuk mengajukan permohonan permintaan tambahan vaksin ke provinsi jika stok vaksin di daerah telah menipis.
“Untuk vaksin sejauh ini kita aman, apalagi dalam waktu dekat akan ada tambahan 20 ribu dosis dari pusat melalui Kemenkes. Vaksin ini juga nantinya akan langsung didistribusikan ke kabupaten/kota,” kata Mimi, Rabu (23/6/2021).
Dia menambahkan, pihaknya sejauh ini terus memberikan dorongan kepada pemerintah kabupaten/kota di Riau selalu menjaga ketersediaan stok vaksin di daerah, agar capaian target vaksinasi bisa segera terealisasi.
“Silahkan kabupaten/kota sampaikan kebutuhannya untuk menggesa pelaksanaan vaksinasi di daerahnya. Apakah itu untuk vaksin dosis pertama atau kedua. Kalau tahap kedua sudah itu mau jatuh tempo tolong diutamakan. Namun kalau tahap dua belum jatuh tempo, laksanakan vaksin tahap pertama,” tutur Mimi.
Mimi menerangkan, pihaknya juga meminta kepada daerah agar lebih ketat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan vaksinasi dengan kelengkapan data yang valid. Hal ini penting untuk keserasian data agar kedepan tidak berdampak terhadap jumlah data vaksinasi secara utuh di Provinsi Riau.

Share ke Media Sosial ...