BC Dumai Amankan Ratusan Kardus Barang Ilegal

Berita Dumai Berita Umum
DUMAI – Bea dan Cukai (BC)  Dumai menggelar press release terkait hasil tangkapan barang – barang ilegal seperti alat komestik, sepatu,  kopi,  obat-obatan, rokok elektronik dan berbagai aksesoris asal Malaysia.
Sebelumnya, Bea dan Cukai Dumai melalui tim patroli laut berhasil mengamankan Kapal Kayu KM. Saudara GT6 bermuatan 352 Karton barang ilegal asal Port Klang, Malaysia Minggu (18/3/2018) akhir pekan lalu di perairan Tanjung Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir. Kapal tersebut langsung di giring ke Dumai.
Humas Bea dan Cukai Dumai, Khairul Anwar pada saat Pers Release menjelaskan kronologi penindakan Kapal tersebut, bermula saat tim patroli menindaklanjuti informasi intelijen bahwa akan terdapat kegiatan penyelundupan barang ilegal dari Port Klang Malaysia tujuan Pelabuhan tidak resmi di Kabupaten Rokan Hilir atau Kota Dumai maka dilakukan koordinasi tim patroli laut Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau sektor Dumai dan tim patroli laut Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Dumai.
Tindak lanjut koordinasi tersebut akhirnya tim melakukan patroli di perairan tanjung sinaboi dan didapati KM Saudara GT 6 dengan muatan barang-barang campuran, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.
“Selanjutnya KM Saudara digiring kepelabuhan pokala Dumai,  semua muatan sebanyak 152 kardus diamankan digudang BC Dumai,  dan tiga anak buah kapal sampai saat ini masih kita periksa untuk proses penyidikan,” terang Boy sapaan akrab Humas BC, Senin kemarin.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dari dalam kardus berisi berbagai barang diantaranya Rokok elektronik beserta aksesorisnya,  Kopi Radix asal Malaysia, Tapioka Pearl, Kyani Sunrise, Suplemen, Susu Bubuk, Kutek dan Aksesoris, Lampu LED, Apple Vinnegar, Sepatu wanita, dan Bahan Kimia Polymer.
“Alamat penerima barang tertera di masing-masing kotak, sebagian besar tujuan DKI Jakarta. Dan alamat ini akan membantu kami selama proses penyidikan.” Harapnya.